LOMBA HUT KE-26 MAN KOTA TEGAL 2022

LOMBA HUT KE-26 MAN KOTA TEGAL

Dalam rangka memeriahkan HUT ke-26 MAN Kota Tegal tahun 2022, kami menyelenggarakan beberapa lomba antara lain:

  1. Kompetisi MIPA & IPS (siswa SMP sederajat/individual)
  2. Lomba speech/pidato Bahasa Inggris (siswa SMP sederajat/individual)
  3. Lomba khitobah/pidato Bahasa Arab (siswa SMP sederajat/individual)
  4. Lomba videografi (siswa MAN Kota Tegal/kelompok)
  5. Lomba food festival (siswa MAN Kota Tegal/kelompok)
  6. Lomba bola voli/volleyball (siswa MAN Kota Tegal/kelompok)
  7. Lomba kebersihan kelas (siswa MAN Kota Tegal/kelompok)

Informasi lebih lanjut, silakan klik tombol di bawah ini.

Kompetisi MIPA & IPS

KETERANGAN:

Waktu pelaksanaan hari Kamis, 3 Maret 2022 pukul 08.30-10.00 WIB.

Diluar rentang waktu tersebut, peserta tidak dapat mengerjakan/mengirim jawaban soal, dan dianggap tidak hadir/tidak mengikuti kompetisi.

VAKSINASI, FOBIA JARUM SUNTIK, DAN KERINDUAN BERSEKOLAH

Oleh: Dewi Nur Aghni Azzahro

Langkah kaki Ulia Rahmania terhuyung ketika menuju ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di MAN Kota Tegal, Selasa (4/8/2021) pagi. Sebenarnya, siswa kelas XII MIPA 5 tersebut sudah sarapan nasi bungkus dengan lauk lele goreng plus sambal. Tapi kakinya seakan lemas tak berdaya ketika harus masuk ke ruang UKS yang menjadi tempat berlangsungnya vaksinasi siswa.

Ulia memang ciut nyali setiap kali berhadapan dengan jarum suntik. Sejak kecil, dirinya tak pernah mau disuntik oleh dokter. Namun, pagi itu, gadis berusia 16 tahun tersebut harus melawan rasa takutnya dengan jarum suntik demi menjalani vaksinasi jenis sinovac untuk pencegahan virus Corona ini.

Ketika dokter menghujamkan jarum suntik berdiameter 0,05 inchi ke lengan kirinya, sebenarnya Uliaingin beteriak sekeras-kerasnya. Tapi dia menahan hasratnya itu sekuat tenaga. Ulia tak ingin kehilangan muka di depan dokter yang menyuntiknya. Ia juga tidak mau menanggung malu jika teriakannya sampai didengar siswa-siswa lain yang mengantre di luar ruang UKS.

Hanya, Ulia tak bisa menyembunyikan wajah pucat pasinya. Matanya dipejamkan erat-erat. Sesekali Ulia menggertakkan gigi sambil menahan fobia akan jarum suntik. Hanya itu bisa dia lakukan untuk menenangkan diri, padahal hatinya terasa sedang dilempar granat.

“Sebenarnya takut, tapi kalau tidak vaksin, nanti enggak sekolah-sekolah,” ujar Ulia dengan polos.

Ulia dan siswa-siswa MAN Kota Tegal lain menyelipkan harapan besar ketika menjalankan vaksinasi itu. Mereka yakin vaksinasi ini merupakan jalan awal bisa kembali bersekolah dengan pembelajaran tatap muka (PTM). Hampir dua tahun lamanya, Ulia dan siswa lain di MAN Kota Tegal, bahkan di seluruh Indonesia, tak bisa menjalankan PTM secara normal. Musibah penyebaran virus Corona yang mematikan itu menghentikan kegiatan PTM.

Vaksinasi dosis pertama bagi siswa MAN Kota Tegal dilaksanakan selama 2-4 Agustus 2021. Sebanyak 369 dari 1.180 seluruh siswa MAN Kota Tegal telah mendapat vaksin dosis pertama. Dengan vaksinasi ini, diharapakan meningkatkan kekebalan dan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah diserang Covid-19.

“Semua guru telah divaksin, kini giliran siswa. Jika semua siswa dan guru selesai divaksin, harapannya tentu PTM bisa dilaksanakan secepatnya,” jelas Wakil Kepala MAN Kota Tegal bagian Kurikulum, Turati, M.Si.

Ya, rindu sekolah. Begitulah ungkapan perasaansebagian besar siswa MAN Kota Tegal. Para siswa ini mengaku sudah bosan dengan pembelajaran daring dan ingin sesegera mungkin diadakan PTM. Karena bagi mereka, secanggih apa pun media dan model pembelajaran daring, tetap tidak bisa lebih leluasa dibandingkan pembelajaran tatap muka. Siswa-siswa tersebut juga tidak bisa berinteraksi dengan langsung dengan guru maupun teman-teman.

Salah satu siswa yang mengalami kendala saat pembelajaran daring adalah Nurul Faradilah. Siswa kelas XII MIPA 5 ini harus keluar rumah, berlari ke sana ke mari demi mengakses sinyal internet ketika mengikuti pembelajaran secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

“Mungkin teman-teman yang lihat saya tertawa saat itu, karena waktu pelajaran pakai Zoom saya terlihat lari-lari keluar rumah. Susah sih sinyalnya. Untung gurunya enggak lihat dan tidak terlalu memerhatikan saya,” kenang Faradilah.

Sejumlah sekolah di Kota Tegal, termasuk MAN Kota Tegal, sebenarnya telah beberapa kali menjalankan uji coba PTM selama Pandemi Covid-19 ini. Uji Coba PTM Tahap I dilaksanakan pada April dan Tahap II dilaksanakan sebulan kemudian.

Protokol kesehatan (Prokes) pun diterapkan secara ketat pada Uji Coba PTM Tahap I dan Tahap II. Semua guru dan siswa diwajibkan mengenakan masker, serta diharuskan mencuci tangan menggunakan sabun atau memakaihand sanitizer sebelum masuk kelas. Setiap siswa dan guru yang hendak masuk ke lingkungan sekolah diperiksa suhu tubuhnya oleh Tim Gugus Pencagahan Covid-19. Pembelajaran pun dilaksanakan secara singkat hanya sekitar dua jam per harinya dengan jumlah siswa terbatas yakni maksimal 18 orang per kelas.

Uji Coba PTM Tahap I dan Tahap II berjalan lancar dengan mendapat pantauan ketat dari pihak Dinas Kesehatan Kota Tegal. MAN Kota Tegal sempatmendapat lampu hijau untuk melaksanakan uji coba PTM Tahap III. Namun, rencana Uji Coba PTM Tahap III yang sedianya dilangsungkan awal tahun ajaran baru, Agustus ini, menjadi berantarakan. Kasus Covid-19 yang kembali meningkat pada Juni dan Juli lalu membuat pemerintah kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara darurat. Kegiatan KBM bagi siswa di seluruh Indonesia sontak kembali dilangsungkan secara online.

“Sebenarnya bukan hanya siswa yang rindu sekolah, tapi guru juga rindu mengajar murid-muridnya secara langsung. Ya mari berdoa agar semua ini segera berakhir. Selain berdoa kita juga wajib berikhtiar, salah satunya dengan vaksinasi,” ujar guru Bahasa Indonesia MAN Kota Tegal, Retnowati, S.Pd.

AYAM BAKAR DAN MARTABAK MANIS, WUJUD TOLERANSI DI TENGAH PANDEMI

Caption: Rumah keluarga Rakim (paling kiri) bercat hijau, hanya berjarak beberapa langkah dari kediaman Rahayu Dwi Martani (dua dari kanan) dengan gerbang coklat di Jl Imam Bonjol RT 1/RW 16, Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Foto diambil 20 Juli 2021.

Oleh: Hanun Aishy Marwa

Ketika langit tampak kemerahan dan azan maghrib mulai berkumandang, seorang perempuan paruh baya mengayunkan kaki mendekati sebuah rumah bercat hijau. Rambutnya lurus. Usianya 45 tahun. Dia kemudian mencantolkan kantong plastik di ujung pagar besi rumah bercat hijau tersebut.

Tak sampai hitungan menit, perempuan tersebut bergegas meninggalkan lokasi itu. Ia lalu kembali ke kediamannya yang jaraknya hanya lima meter dari rumah bercat hijau tersebut. Tangannya lantas dengan sigap merogoh ponsel dari saku bajunya lalu mengirim sebuah pesan pendek kepada kepala keluarga yang menghuni rumah bercat hijau tadi.

“Ada makanan di pintu gerbang. Silahkan dimakan. Semoga lekas membaik,” tulis perempuan tadi.

Perempuan tersebut adalah Rahayu Dwi Martani. Ibu dua anak yang sehari-harinya berprofesi sebagai perawat di sebuah rumah sakit di Kota Tegal ini sudah seperti saudara bagi keluarga Rakim, si empunya rumah bercat hijau. Padahal, kedua keluarga ini tidak ada hubungan kekerabatan sama sekali. Mereka bahkan berbeda keyakinan. Keluarga Rakim beragama Islam. Sedangkan keluarga Dwi dan suaminya Aris Kusmayadi memeluk agama Kristen.

Tapi perbedaan itu tak menjadi penghalang bagi kedua keluarga ini untuk hidup rukun nan harmonis dalam bertetangga di Jl. Imam Bonjol No. 10 RT 1/RW 16, Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Seperti yang ditunjukkan Dwi pada Sabtu (17/07/ 2021) petang tersebut.

“Anak-anak, ini ada kiriman ayam bakar dari Budhe Dwi. Ayo dimakan,” ujar Rakim setelah membuka bungkusan kertas minyak dari kantong plastik kirimkan Dwi. Ketiga anak Rakim pun lantas menyantap ayam bakar itu dengan lahapnya.

Saking dekatnya, ketiga anak Rakim dan istrinya Hemi Astuti memanggil Dwi dengan panggilan “budhe”. Dalam Bahasa Jawa, Budhe berarti kakak perempuan dari ayah atau ibu.

Budhe Dwi mungkin sudah puluhan, bahkan ratusan kali, mengirimi makanan kepada keluarga Rakim. Tapi kiriman-kiriman makanannya pada pertengahan Juli kemarin benar-benar sangat berarti bagi Rakim sekeluarga yang sedang menjelani isolasi mandiri karena virus Corona.

Rakim sekeluarga harus menjelani isolasi mandiri setelah ibunya, Ratimah, meninggal dunia karena dinyatakan positif Covid-19 pada awal Juli lalu. Sebelum diketahui terpapar Covid-19, almarhumah Mbah Mah, sapaan Ratimah, sempatdirawat di rumah Rakim selama kurang lebih dua pekan. Setelah Mbah Mah meninggal dunia, ujian bagi keluarga Rakim ternyata masih berlanjut. Rakim sekeluarga harus menjalani isolasi mandiri.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Rakim mengalami positif Covid-19. Sedangkan istri dan ketiga anaknya negatif Covid-19. Namun, seluruh keluarga diminta untuk isolasi mandiri selama kurang lebih 14 hari.

Dalam proses isolasi mandiri ini, para tetangga bersedia mencukupi kebutuhan makan dan minum keluarga Rakim. Salah satu yang menunjukkan perhatian besar adalah Dwi. Selain membawakan lauk pauk, Dwi dan suaminya Aris Kusmayadi, serta kedua anaknya, juga beberapa kali mengirim camilan seperti martabak manis.

“Mereka [Dwi sekeluarga] juga memberikan alat saturasi pernapasan dan membelikan vitamin-vitamin. Menyediakan dua tabung oksigen di saat krisis oksigen terjadi di berbagai daerah termasuk di Tegal. Bahkan hampir tiap jam menanyakan kondisi kesehatan kami sekeluarga lewat ponsel selama kami isolasi mandiri,” ujar Rakim yang sehari-hari bekerja sebagai guru ASN ini.

Perhatian besar para tetangga lainnya itu membuat Hemi, istri Rakim menjadi terharu. Dia sebelumnya merasa waswas keluarganya akan dijauhi masyarakat jika mereka tahu suaminya positif terpapar Covid-19. Namun, kekhawatiran itu nyatanya tidak terbukti karena perhatian besar dari para tetangga, termasuk Dwi yang berbeda keyakinan.

“Pikiran saya sudah ke mana-mana ketika kami semua harus diisolasi mandiri. Mau cari makannya gimana? Terus juga kepikiran apakah tetangga pada mau membantu? Ternyata bantuan mereka sangat luar biasa. Bu Dwi orang pertama yang menyetok kebutuhan kami,” ungkap Hemi.

Toleransi antarumat beragama di Mejasem Barat sangatlah tinggi. Tak hanya ditunjukkan dengan berkirim makanan, mereka juga saling mengirim ucapan selamat ketika masing-masing merayakan hari besar keagamaan.

“Kalau Natal kami ke rumah Budhe Dwi, sebaliknya juga Budhe Dwi selalu datang ke rumah kami dan membawa kue-kue saat kami merayakan Lebaran,” ujar Hemi.

Ketua RW 16 Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Budiono, mengatakan toleransi di lingkugannya sangat terjaga selama ini, bahkan selama Pandemi. Perhatian dan kepedulian terhadap sesama dilakukan warga terhadap keluarga yang menjalani isolasi mandiri karena pandemi.

“Tidak peduli agamanya apa, semua masyarakat saling membantu. Di sini, praktik toleransi dan moderasi beragama sangat tinggi. Pandemi tidak bisa menghentikan toleransi dan moderasi beragama bagi masyarakat di sini. Bahkan semakin solid,” jelas Budiono.

UJI MENTAL DAN ADU WAWASAN PADA WAWANCARA CALON PENGURUS OSIS

UJI MENTAL DAN ADU WAWASAN PADA WAWANCARA CALON PENGURUS OSIS

TEGAL – Sebanyak 53 siswa dari Kelas X dan Kelas XI MAN Kota Tegal mengikuti tahap wawancara dalam Seleksi  Pengurus OSIS 2021/2022.

Wawancara bagi calon pengurus salah satu organisasi siswa terbesar di MAN Kota Tegal ini dilaksanakan selama empat hari yakni, Jumat (6/8), Sabtu (7/8), Senin (9/8), dan Selasa (10/8). Rata-rata terdapat 10 sampai 19 siswa per hari dalam wawancara tersebut.

Para peserta ini digembleng mental dan beradu wawasannya pada tahap wawancara ini. Dalam rangkaian wawancara tersebut, masing-masing peserta harus menghadapi 11 tahapan wawancara individu, yakni satu tahapan di hadapan pengurus inti dan 10 tahapan di hadapan 10 sekbid OSIS 2020/2021. Tema wawancara pun disesuaikan dengan tugas dan fungsi jabatan dari pewawancara, seperti topik kepemimpinan bersama ketua dan wakil ketua OSIS, tentang keagamaan bersama  Sekbid I,tentang etika di hadapan Sekbid II, dan wawasan kebangsaan bersama Sekbid III.

Wawancara tersebut dilakukan di empat ruang berbeda yang telah disediakan panitia seleksi. Peserta seleksi pengurus OSIS pun diuji mentalnya ketika menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan tim seleksi.

Selain harus melakoni wawancara individu, peserta juga beradu wawasan pada diskusi bersama. Tema diskusi yang diajukan berbeda tiap harinya. Format diskusinya sendiri menggunakan tim pro dan kontra terhadap sebuah permasalahan,  hingga dibagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk beradu argumen menanggapi topik tertentu. Dalam diskusi inilah peserta  sekaligus diuji kemampuan dalam public speaking ketika mengemukanan pendapat dan pikiran di hadapan semua peserta dan tim seleksi.

“Pengurus OSIS harus memiliki mental kuat dan berwawasan luas, serta harus memiliki attitude yang baik. Untuk itu, berbagai format dilakukan agar terseleksi  calon-calon pengurus OSIS yang kompeten,” ujar Wakil Kepala MAN Kota Tegal bagian Kesiswaan, Sri Rejeki. S.E, mewakili Kepala MAN Kota Tegal, Drs. H. Tobari, M.Ag.

Seleksi Pengurus OSIS MAN Kota Tegal 2021/2022 disambut antusias siswa-siswa MAN Kota Tegal. Sebelum tahap wawancara, mereka telah dinyatakan lolos tahap administrasi. Total terdapat 59 siswa yang mengisi formulir pendaftaran seleksi pengurus OSIS 2021/2022, di mana 53 di antaranya ditanyakan lolos ke tahap wawancara.

Pelaksanaan wawancara dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. Pengumuman hasil wawancara  seleksi pengurus OSIS MAN Kota Tegal 2021/2022 akan dilaksanakan paling lambat dua pekan sejak hari terakhir wawancara, atau sebelum Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilkotes) baru. 

SELEKSI TERBUKA PENGURUS OSIS TP. 2021/2022

SELEKSI TERBUKA PENGURUS OSIS TP. 2021/2022

Tanpa terasa satu tahun telah berlalu, bagi siswa-siswa MAN Kota Tegal kelas X dan kelas XI yang berminat untuk menjadi pengurus OSIS MAN Kota ini saatnya kesempatan kalian! Ya, rekrutmen pengurus OSIS MAN Kota Tegal kembali dibuka.

Untuk pengisian formulir pendaftaran Seleksi Terbuka Pengurus OSIS 2021/2022 kali ini digelar pada 29 Juli-5 Agustus 2021. Seleksi ini diperuntukkan bagi siswa-siswa Kelas X dan Kelas XI yang aktif, komunikatif, memiliki dedikasi tinggi, serta tentu saja memiliki passion untuk berorganisasi. Jika kamu berada di antara syarat tersebut, maka tak perlu pikir panjang, segera mendaftarkan seleksi Pengurus OSIS MAN Kota Tegal 2021/2022. 

Seleksi ini akan dibagi dalam dua tahap, yakni seleksi administrasi dan seleksi wawancara. Untuk seleksi administrasi kalian cukup mengisi formulir pendaftaran pada link pendaftaran, sekaligus mengunggah twibonn seleksi OSIS di akun media Instagram (IG) kalian masing-masing.

Noted!

Jangan lupa juga subcribe dan like pengumuman seleksi Pengurus OSIS MAN Kota Tegal di official channel YouTube MAN Kota Tegal (MAN Kota Tegal Official).

Daftarkan diri kalian ya guys!

Info lebih lanjut, hubungi:

@osis_mahkota (IG)

Kak Makrus 082324914642

Kak Amalia Wulandari 085293854886

WAKIL MAN KOTA TEGAL TEMBUS 50 BESAR NASIONAL DUTA MODERASI BERAGAMA

WAKIL MAN KOTA TEGAL TEMBUS 50 BESAR NASIONAL DUTA MODERASI BERAGAMA

TEGAL – Langkah Hasthin Aulia dalam pemilihan Duta Moderasi Beragama 2021 belum terbendung. Wakil MAN Kota Tegal ini sukses lolos seleksi dari tahap II dalam ajang bergengsi tingkat nasional yang diselenggarakan Direktorat Kurikulum, Sarana, dan Prasarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah (KKSK Madrasah) Kementerian Agama Republik Indonesia tersebut.

Hasthin termasuk satu dari 50 peserta yang terpilih dalam seleksi tahap II pada pemilihan Duta Moderasi Beragama ini. Sebelum menembus 50 besar nasional, siswa kelas X program Keagamaan dan Islamic Boarding School (IBS) MAN Kota Tegal ini merangsek ke babak 100 besar setelah bersaing dengan sekitar 700 siswa seluru Madrasah Aliyah (MA) di Tanah Air.

Keberhasilan Hasthin menohok ke tahap 50 besar nasional pemilihan Duta Moderasi Beragama ditetapkan lewat surat pengumuman dari Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama RI Nomor: B-1979/DJ.I/Dt.I.I/HM.01/06/2021 tertanggal 28 Juni 2021. Dalam surat pengumuman tersebut, Hasthin tertera pada urutan ke-2 setelah wakil dari MAN 1 Yogyakarta, Nayla Ilma Kauna.

Hasthin termasuk satu dari 12 peserta asal Provinsi Jawa Tengah yang sukses lolos ke tahap II pemilihan Duta Moderasi Beragama tingkat nasional. Madrasah Aliyah se-provinsi Jawa Tengah yang juga sukses membawa wakilnya lolos ke babak 50 besar yakni MAN Demak, MAN 1 Kabupaten Semarang, MAN 1 Surakarta, MAN 1 Karanganyar, MA Al Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes, MAN 1 Pati, MAN Temanggung, MAN 1 Kebumen, MAN 1 Kudus, MA Keterampilan Al Irsyad Demak, dan MAN 2 Kudus.

Alhamdulillah, saya bisa sejauh ini bisa sampai lolos ke 50 besar. Saya sangat bersyukur. Ini juga berkat dukungan semua guru-guru MAN Kota Tegal dan teman-teman semua yang tak bisa disebutkan satu persatu. Ucapan terima kasih juga buat Bapak Kepala MAN Kota Tegal, Drs. H. Tobari, M.Ag., atas segala support-nya,” ujar Hasthin, Selasa (29/6/2021).

Namun perjuangan Hasthin untuk menjadi Duta Moderasi belum berakhir. Siswa yang berdomisili di Desa Kamanggungan RT 06/RW 02 Tarub Kabupaten Tegal ini akan mengikuti tahapan seleksi selanjutnya, Selasa mendatang. Pada tahapan tersebut, program Hasthin yang mengangkat judul “Menyemai Benih Moderasi Beragama Sejak Dini Melalui TPQ” ini akan di-review dewan juri dan mendapatkan persiapan pendampingan dari panitia pusat untuk mengaktualisasikan rencana aksinya. (Han/Sat)

HASTHIN AULIA MELENGGANG DI AJANG MODERASI BERAGAMA 2021

HASTHIN AULIA MELENGGANG DI AJANG MODERASI BERAGAMA 2021

TEGAL – Kabar bahagia datang dari siswa MAN Kota Tegal, Hasthin Aulia. Siswa kelas X Keagamaan MAN Kota Tegal ini mengharumkan nama madrasahnya setelah dipastikan lolos ke Tahap I pemilihan Duta Moderasi Beragama 2021.

Dalam ajang bergengsi tingkat nasional ini, Hasthin terpilih dalam 100 peserta  se-Indonesia yang lolos seleksi tahap I dan ditetapkan pada Surat Pengumuman dari  Direktora Kurikulum, Sarana, danPrasarana  Kelembagaan dan Kesiswaan (KKSK) Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) Nomor: B-1782/DJ.I/Dt.I.I/HM.01/06/2021 pada Jumat (18/6). Hasthin mengangkat judul “Menyemai Benih Moderasi Beragama sejak Dini Melalui TPQ” dalam seleksi ajang yang mengangkat jargon “Duta Hebat Bermartabat, Moderat, dan Anti-Korupsi” tersebut.

“Selamat buat Hasthin yang mewakili MAN Kota Tegal lolos ke tahap I Duta Moderasi beragama ini. Semoga, Hasthin bisa lolos ke tahap-tahap berikutnya dan membawa nama MAN Kota Tegal sebagai Duta Moderasi tingkat nasional,” ujar Kepala MAN Kota Tegal, Drs. H. Tobari, M.Ag.

Untuk bisa menembus tahap pertama pemilihan Duta Moderasi ini, Hasthin mengirimkan rencana aksi dalam bentuk tulisan dan video. Dalam rencana aksinya, Hasthin memaparkan keprihatinannya atas aksi radikalisme dan fanatisme yang terjadi di Tanah Air. Untuk itu, sebagai pelajar yang dibekali ilmu agama, dia merasa bertanggung jawab untuk ikut meluruskan kesalahpahaman tentang isu-isu radikalisme dan pemikiran fanatisme  yang dialami masyarakat, terutama generasi muda.

Berawal dari kepriharinan itu, siswa yang juga santri Islamic Boarding School MAN Kota Tegal ini bertekad menanamkan pendidikan moderasi sejak dini, yakni kepada anak-anak TPQ di lingkungan rumahnya di Desa Kamanggungan RT 06/RW II Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal.

TPQ ini dikelola secara mandiri Hasthin. Berawal dari segelintir anak usia TK dan sekolah dasar yang meminta bantuan untuk diajarkan baca tulis Al Qur’an, akhirnya TPQ ini berkembang hingga memiliki sekitar 20 anak didik dan telah berjalan selama kurang lebih tiga tahun. TPQ ini dilaksanakan di kediamannya di Desa Kamanggungan, serta tidak memungut biaya alias gratis.

“Alhamdulillah saya tidak menyangka bisa lolos sampai tahap ini. Terimakasih kepada semua guru-guru MAN Kota Tegal yang telah memberikan dukung kepada saya sebagai Duta Moderasi  Beragama,” urai Hasthin.

Tahap selanjutnya, tim juri Duta Moderasi akan menyaring 100 peserta yang lolos tahap pertama menjadi 36 peserta dengan mempertimbangkan keterwakilan antarprovinsi. Hasthin  akan bersaing dengan perwakilan dari beberapa madrasah lain yang juga lolos tahap pertama pada sesi presentasi secara virtual pada Kamis (24/6) nanti. (Han/Sat)

LOKER GURU SKI DAN TENAGA TU 2021

LOKER GURU SKI DAN TENAGA TU 2021

MAN Kota Tegal memanggil orang-orang terbaik untuk bergabung dengan menempati formasi:

  • Guru Sejarah Kebudayaan Islam (kode GSKI)
  • Tenaga Tata Usaha (kode TTU)
PERSYARATAN GURU SKI
  • S1/S2 jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI)/Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)
  • Lulusan Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
  • IPK minimal 3,00
  • Memiliki sertifikat pendidik (diutamakan)
  • Mampu mengoperasikan komputer dengan baik
  • Memiliki pengalaman mengajar (diutamakan)
  • Memiliki piagam penghargaan/sertifikat kejuaraan tertentu (diutamakan)
  • Bisa baca dan tulis Al-Qur’an
  • Memiliki motivasi tinggi, bersedia bekerja full time, profesional dan berpenampilan menarik
  • Bersedia mengikuti tes wawancara dan microteaching
  • Domisili Tegal dan sekitarnya
PERSYARATAN TENAGA TU
  • D3/S1 jurusan Teknik Informatika/ Ilmu Komputer/ Teknik Komputer/ Sistem Komputer/ Teknologi Informasi/ Sistem Informasi/ Manajemen Informatika/ Teknologi Pendidikan
  • Lulusan Perguruan Tinggi Negeri (diutamakan)
  • IPK minimal 3,00
  • Memiliki keahlian di bidang:
    • Script pemrograman: HTML, CSS, Javascript, PHP dan MySQL
    • Software desain grafis: Adobe Photoshop dan Coreldraw
  • Memiliki pengalaman kerja sesuai bidangnya
  • Memiliki piagam/sertifikat pendukung (diutamakan)
  • Bisa baca dan tulis Al-Qur’an
  • Memiliki motivasi tinggi, bersedia bekerja full time, profesional dan berpenampilan menarik
  • Bersedia mengikuti tes wawancara
  • Domisili Tegal dan sekitarnya

PENDAFTARAN

  • Kirimkan surat lamaran, curriculum vitae (daftar riwayat hidup), piagam/sertifikat pendukung (jika ada), pasfoto, dan cantumkan nomor WhatsApp aktif.
  • Kelengkapan lamaran dapat diantar langsung atau dikirim via pos ke alamat MAN Kota Tegal Jalan Pendidikan Pesurungan Lor Margadana Kota Tegal Jawa Tengah Kode Pos 52142.
  • Batas akhir pengumpulan lamaran diterima pihak MAN Kota Tegal pada hari Sabtu, 12 Juni 2021 pukul 12.00 WIB.
  • Semua pendaftar/pelamar wajib mengikuti perkembangan informasi lowongon kerja ini melalui website, akun Instagram dan Facebook MAN Kota Tegal.

Ada pertanyaan atau butuh bantuan? Silakan kirim pesan via WhatsApp.

Ketua Panitia

H. Moh. Arif Budiman, S.S., M.M.

PENGUMUMAN KELULUSAN PESERTA DIDIK TP. 2020/2021

Berikut kami sampaikan pengumuman kelulusan peserta didik kelas XII sesuai Surat Keputusan Kepala Madrasah Aliyah Negeri Kota Tegal Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Penetapan Kelulusan Peserta Didik Tahun Pelajaran 2020/2021.

SYARAT DAN KETENTUAN

  1. Lunas semua tagihan pembayaran kelas X, XI dan XII.
  2. Memiliki Kartu Bebas Perpustakaan.
  3. Mendapatkan token pengumuman kelulusan dari wali kelas.
  4. Pengumuman kelulusan peserta didik kelas XII dilaksanakan secara online/daring dari rumah masing-masing pada hari Senin, 3 Mei 2021 pukul 17.00 WIB.

TATA CARA MELIHAT PENGUMUMAN KELULUSAN

  1. Kunjungi website mankotategal.sch.id 
  2. Klik ikon Pengumuman Kelulusan Peserta Didik TP. 2020/2021.
  3. Klik tombol “Masukkan Token Anda” yang berwarna hijau.
  4. Ketikkan token Anda secara benar.
  5. Unduh hasil pengumuman kelulusan Anda.
  6. Selesai.
Copyright © 2026 MAN Kota Tegal