Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid-murid MAN Kota Tegal. Sebanyak 13 murid berhasil meraih juara pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 Tingkat Kota Tegal, sebagaimana diumumkan pada Minggu, 13 September 2026.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya kuat dalam pengembangan karakter dan nilai-nilai keislaman, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang kompetitif di bidang akademik. Dari berbagai bidang yang dilombakan, murid MAN Kota Tegal berhasil mengamankan posisi juara 1, 2, hingga 3.
OMI Tingkat Kota Tegal dilaksanakan secara online pada 7–9 September 2026 di Tilok MAN Kota Tegal. Peserta kompetisi ini adalah murid jenjang SMA/MA se-Kota Tegal.
Secara teknis, OMI merupakan ajang yang digagas dan dikelola oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama RI, khususnya melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah. Ajang ini menjadi salah satu ruang bagi murid madrasah dan sekolah untuk mengasah kemampuan akademik, menguji daya saing, sekaligus menunjukkan potensi terbaiknya.
Dari 13 prestasi yang diraih, lima murid MAN Kota Tegal berhasil menjadi juara pertama. Mereka adalah Muamar Fadillah sebagai Juara 1 Geografi, Athiyya Faza Hillan sebagai Juara 1 Matematika, Syarfa Azri Nur Anati sebagai Juara 1 Ekonomi, Khusna Bilqis Makhfudoh sebagai Juara 1 Fisika, dan Narita Putri Aviantoro sebagai Juara 1 Kimia.
Sementara itu, M. Rafa El Ilma berhasil meraih Juara 2 Biologi, ’Ammar Thoriq Abdillah Juara 2 Matematika, dan Muhammad Irkham Maulana Juara 2 Ekonomi.
Prestasi berikutnya diraih Muhammad Raffi Aditya sebagai Juara 3 Fisika, Evan Nurdin Syah sebagai Juara 3 Ekonomi, Alya Fajro Khusnia sebagai Juara 3 Matematika, Zweta Junian Himatul Aiys sebagai Juara 3 Biologi, serta Farkhan Rizqullah sebagai Juara 3 Geografi.
Plt. Kepala MAN Kota Tegal, Ropi’i, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi yang diraih para murid merupakan hasil dari proses belajar, kerja keras, serta dukungan berbagai pihak di madrasah.
“Alhamdulillah, prestasi 13 murid MAN Kota Tegal dalam OMI 2026 Tingkat Kota Tegal merupakan sebuah kebanggaan bagi madrasah. Ini menunjukkan bahwa murid-murid kita memiliki potensi akademik yang luar biasa dan mampu bersaing dalam ajang bergengsi di tingkat kota,” ujar Ropi’i.
Ia menambahkan bahwa capaian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi menjadi motivasi bagi murid lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani berkompetisi di berbagai bidang.
Menurut Ropi’i, madrasah akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi murid untuk berkembang, baik melalui pembelajaran di kelas maupun melalui berbagai program pembinaan dan kompetisi. Ia juga berharap para juara dapat terus meningkatkan kemampuan sehingga mampu membawa nama MAN Kota Tegal ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kami berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh murid MAN Kota Tegal. Jangan cepat puas. Terus belajar, terus berlatih, dan terus berani mengambil kesempatan untuk berprestasi,” pesannya.
Perjuangan para juara OMI Tingkat Kota Tegal belum berakhir. Para juara tingkat Kota Tegal akan kembali bertanding pada OMI Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Oktober 2026.
Kesempatan tersebut menjadi babak berikutnya bagi para murid MAN Kota Tegal untuk menguji kemampuan di level yang lebih luas. Setelah berhasil menunjukkan performa terbaik di tingkat Kota Tegal, mereka kini membawa harapan untuk kembali mengharumkan nama MAN Kota Tegal di kancah Provinsi Jawa Tengah.
Madrasah pun terus memberikan dukungan dan motivasi agar para juara dapat mempersiapkan diri secara optimal menghadapi kompetisi tingkat provinsi. Prestasi di tingkat kota menjadi pijakan, sementara perjuangan di tingkat provinsi menjadi kesempatan berikutnya untuk terus bertumbuh dan berprestasi.
Keberhasilan 13 murid tersebut sekaligus memperkuat komitmen MAN Kota Tegal dalam menghadirkan pendidikan madrasah yang religius, cerdas, dan berdaya. Prestasi akademik yang diraih diharapkan menjadi bagian dari perjalanan panjang madrasah dalam mencetak generasi yang memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing. (Humas)


