Sebanyak 90 murid MAN Kota Tegal meninggalkan sejenak rutinitas pembelajaran di kelas untuk mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Murid (LDKM). Berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu, 2–3 Oktober 2026, kegiatan ini digelar di kawasan Guci Forest, Bumijawa, Kabupaten Tegal, dengan pendampingan sejumlah Bapak/Ibu dewan guru.
Bukan sekadar kegiatan luar ruang, LDKM menjadi momentum bagi MAN Kota Tegal untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, komunikasi, dan kemandirian kepada para murid.
Suasana alam Guci yang sejuk menjadi ruang belajar yang berbeda bagi para peserta. Di tengah kebersamaan dan dinamika kegiatan, para murid didorong untuk berani mengambil peran, membangun komunikasi, menyelesaikan persoalan bersama, sekaligus belajar memahami arti sebuah tanggung jawab.
Plt. Kepala MAN Kota Tegal, Ropi’i, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa kepemimpinan tidak cukup dipelajari melalui teori, tetapi harus dibentuk melalui pengalaman.
“LDKM bukan sekadar kegiatan untuk belajar menjadi seorang pemimpin, tetapi menjadi momentum bagi murid untuk belajar bertanggung jawab, bekerja sama, berkomunikasi, dan memberikan keteladanan. Kami berharap dari kegiatan ini lahir calon-calon pemimpin muda yang berkarakter, berintegritas, dan mampu membawa kebaikan bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Ropi’i.
Ia menambahkan, MAN Kota Tegal berkomitmen memberikan ruang kepada murid untuk mengembangkan potensi diri secara utuh. Pendidikan di madrasah, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan yang dibutuhkan murid untuk menghadapi masa depan.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala MAN Kota Tegal Bidang Kesiswaan, Hj. Eti Purwatiningsih, S.Pd., mengatakan bahwa LDKM menjadi bagian penting dalam proses pembinaan kepemimpinan murid.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga memahami bagaimana menjadi pemimpin yang mampu mendengarkan, menghargai perbedaan, mengambil keputusan dengan bijak, dan bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan,” tutur Hj. Eti.
Menurutnya, pengalaman selama mengikuti LDKM diharapkan dapat membentuk murid yang lebih percaya diri dan mampu bekerja dalam tim. Kebersamaan yang terbangun selama kegiatan juga menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan madrasah yang positif, solid, dan produktif.
Bagi MAN Kota Tegal, pembentukan calon pemimpin masa depan merupakan bagian dari investasi pendidikan jangka panjang. Para murid tidak hanya dipersiapkan untuk meraih prestasi di bidang akademik, tetapi juga dibekali karakter, kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, dan keberanian untuk mengambil peran.
LDKM 2026 pun menjadi salah satu bukti bahwa proses pendidikan di MAN Kota Tegal berlangsung lebih luas daripada sekadar pembelajaran di dalam kelas.
Dari Guci Forest, 90 murid belajar memimpin. Dari MAN Kota Tegal, calon pemimpin masa depan dipersiapkan. (Humas)


